Sabtu, 19 Oktober 2013

Ranperda Perlindungan Perempuan dan Anak Propinsi Sumatera Barat


Bisa Download di Sini Kami sharing kepada anda semoga dapat anda berimasukan untuk lebih menyempurnakan ranperda ini.

NASKAH AKADEMIK RANPERDA SUMATERA BARAT TENTANG PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK

NASKAH AKADEMIK RANPERDA  SUMATERA BARAT
TENTANG
PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK
 Oleh :
TIM PENYUSUN
Naskah Akademik dan Ranperda
Perlindungan Perempuan dan Anak

BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN KELUARGA BERENCANA
PROVINSI SUMATERA BARAT

PADANG 2013

Senin, 14 Oktober 2013

Kota Padang Dulu dan Sekarang antara harapan dan kenyataan

Pagi itu terlihat seorang lari2 pagi dan sesekali dia berhenti menyapa dan mengarahkan petugas berseragam kuning yang asik melaksanakan tugasnya semenjak selesai shalat subuh tadi, Pria berpakaian olah raga rapi itu selalu saja bisa ditemui setiap pagi di sepanjang jalan utama kota ini, sosok ini tidak asing lagi bagi petugas kebersihan kota, "sesekali bahkan beliau mentraktir kami makan lontong yang ada di sebelah PDAM" kata salah seorang petugas kebersihan tsb. itulah kenangan tentang bang Syahrul Ujud, SH ketika beliau Walikota Padang, Kedekatan itu menghantarkan perolehan adipura kencana untuk kota padang. Jika Datang pertama di kota ini, anda tidak perlu cemas karena tersesat, sebab kemanapun trayek angkutan umum akan kembali ke trminalnya di komplek goan hoat. dan seandainya mau keluar kota anda perlu mencari terminal Lintas Andalas saja.

Itu adalah kisah kenangan, kisah yang sangat bertolak belakang dengan hari ini. kita tidak lagi memiliki monumen adipura karena monumen nya pun sudah diporak poranda gempa 30 september 2009 lalu. yang kita punya sekarang adalah monumen sampah, untuk ini tidak prerlu susah-susah menemuinya sebab ada dimana-mana. Terminal Angkutan kota dan antar kota sekarang sangat dekat dengan anda sebab ada di seluruh ruas jalan kota.

Sekarang adalah saatnya warga kota ini kembali di hadapkan  pada pilihan, apakah akan dapat pemimpin yang dapat memperbaiki kondisi kembali ke kejayaan masa lalu, atau akan memilih pimpinan dengan slogan "lanjutkan" dengan ke semrautan sekarang, atau bahkan akan mendapatkan orang yang lebih tepat, yang dapat melakukan percepatan2 di berbagai aspek, sehingga masyarakat kota merasakan bahwa mereka berada dalam pengelolaan daerah menuju kesejahteraan bersama?

Seandainya kondisi ini tidak mampu di robah kearah yang lebih baik oleh orang yang anda pilih tahun ini, maka jangan anda sesali siapapun untuk lima tahun kedepan.

Saya tidak akan mengarahkan anda untuk memilih siapa, tapi pastikan yang akan berkomitmen dengan kemajuan kota anda, bukan yang hanya komitmen 200 rb dengn pribadi anda.

Rabu, 09 Oktober 2013

Pertanyaan Seorang Sopir Taxi

Seorang Sopir taxi nyeletuk saat sebuah mobil mewah nyalip taxi yang di kendarainya, sekilas terlihat seorang pemuda berpakaian dinas PNS berada dibalik kendaraan dengan nomor polisi dengan pelat hitam itu, "bapak tahu harga mobil itu?" saya jawab "tidak pak, karena mobil saya adalah mobil kelas paling bawah dari sebuah merek sebab duitku hanya cukup untuk itu". Lalu si sopir bertanya pada saya "apakah mungkin seorang Pegawai Punya uang sah sebanyak itu?" saya jawab "Tidak tahu", karena sebenarnya saya tidak tahu.

Kemudian saya cari sana-sini di internet data2 tentang pendapatan pegawai negeri dan pajabat negara, bahwa penerimaaan tertinggi yang sah itu ternyata bukan presiden tetapi adalah Gubernur BI, sebab presiden menerima gaji Rp  Rp 150 juta perbulan Namun gaji Gubernur BI Rp 265 juta per bulan.dan kemudian para menteri, pejabat daerah paling rendah menerima bersih +/- 5 juta perbulan.Saya pikir2 lagi bahwa sangat mungkin seorang pejabat mempunyai kekayaan sah milyaran Rupiah sebagai hasil keringat sahnya setelah kerja bertahun-tahun.
Namun sangat mengejutkan kalau seorang pegawai negeri yang tidak pejabat negara seperti Gayus tambunan dkk. bisa punya uang bahkan sampai triliunan, dan jika yang di belakang setir itu adalah para pejabat sangat tidak mungkin tidak dikenal masyarakat, sbb mereka setiap saat selalu muncul di media, apakah di TV yang setiap saat meliput kegiatan mereka dan tayang sampai ke kamar2 kos sekalipun, atau dari sobekan koran dan majalah yang mereka terima dari warung sebagai pembungkus, atau mereka beli untuk sekedar alas tidur untuk istirahat siang di pool taxi.

Tapi seandainya yang berada di belakang sertir itu hanya seorang sopir yang ditugaskan? Bukankah Seorang sopir dinas hanya akan membawa kendaraan dengan nomor polisi dengan pelat merah? bukankah termasuk penyalagunaan kewenangan oleh pejabat negara Jika seorang pejabat  menugaskan pegawai negeri untuk mengurus kekayaan pribadinya?.

karena pusing aku kembali turun kamar hotel dan bicara lagi sama sopir txi tadi (yang kebetulan ngetem di depan hotelku), aku bilang kedia, "Pak mungkin Pegawai negeri muda yang kita lihat di mobil mewah tadi adalah pegawai rendahan yang kebetulan Bapaknya Pengusaha sukses" dia tersenyum simpul dan aku kembali kekamar dengan kegundahan hati.

Bagai mana pendapat anda?