Senin, 30 Desember 2013

Tahun 2014 Masyarakat Sumbar, Terancam Tidak Mendapat Bea Siswa

Written By Zainal Filiang on Sabtu, 28 Desember 2013 | 21.56


Padang -Ditenggarai masyarakat Sumatera Barat tak dapat menikmati anggaran provinsi Sumatera Barat per Januari 2014.Karena tarik ulur yang kuat tentang bansos dan hibah yang tidak dapat di relaisasikan pada tahun anggaran 2012, 2013.

“Serapan aspirasi yang menjadi rekomendasi hasil reses anggota DPRD Sumbar masa sidang 2013 tidak tertampung di Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Perhitungan Plapon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2014. Diperkirakan tahun 2014 ini masyarakat Sumbar tidak akan mendapat bantuan dari Pemerintah Sumbar. Demikian dikatakan Anggota DPRD Sumatera Barat Zaldi Heriwan kepada  Minang News, Sabtu (28/12/213) .

Dikatakannya, Terlepas dari benar dan salah antara isu bahwa SKPD yang mempersulit masyarakat untuk dapat bantuan atau rekomendasi anggota dprd yang dicurigai tidak selektif.  “Maka yang pasti permasalahannya ada di pemerintahan Provinsi Sumatera Barat, dan yang menderita akibat keterlambatan  pengesahan anggaran tahun 2014 adalah rakyat Sumatera Barat.” Ujarnya Zaldi.

Menurut Anggota Dewan dari Partai Bulan Bintang (PBB)  ini, Salahsatu jalan keluar yang dapat di tempuh apabila keterlambatan penetapan anggaran 2014 oleh DPRD adalah dengan menerbitkan pergub dengan memakai dana 1/12 dari anggaran tahun sebelumnya. Terbitnya pergub akan dapat mejadi jalan keluar untuk anggaran berjalan bulan Januari 2014 nemun ini sangat riskan untuk dapat menyentuh kepentingan langsung masyarakat, karena darurat orang miskin, anak terlantar, murid penerima beasiswa dan Organisasi serta lembaga penerima hibah dan bansos tidak akan menjadi darurat administrasi daerah.

Terlambatnya Penetapan Anggaran 2014 oleh DPRD Sumatera Barat, Pemerintah Daerah Propinsi Sumatera Barat per Januari 2014, tambah Caleg  hanya akan memikirkan nasib perkantoran dan lembaga pemerintahan.

“Jadi genaplah Nasib Rakyat Sumbar dari tahun 2012 s.d 2014 tidak dapat perhatian yang sepantasnya oleh Pemerintah. Maka sepatutnya penghargaan yang tumpang tindih didapatkan oleh
pemimpin daerah ini dapat digadaikan atau dijual untuk dapat menanggulangi persoalan sosial yang terjadi di masyarakat.” Ungkap Zaldi.(tan mudo)


with web: http://www.minang-saiyo.com

Minggu, 29 Desember 2013

DIURUS SAYANG DAERAHKU MALANG


Ditenggarai masyarakat Sumatera Barat tak dapat menikmati anggaran provinsi Sumatera Barat per Januari 2014.
Tarik ulur yang kuat tentang bansos dan hibah yang tidak dapat di relaisasikan pada tahun anggaran 2012, 2013 dan serapan aspirasi yang menjadi rekomendasi hasil reses anggota DPRD Sumbar masa sidang 2013 tidak tertampung di Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Perhitungan Plapon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2014.
Terlepas dari benar dan salah antara isu bahwa SKPD yang mempersulit masyarakat untuk dapat bantuan atau rekomendasi anggota dprd yang dicurigai tidak selektif.  Maka yang pasti permasalahannya ada di pemerintahan Provinsi Sumatera Barat, dan yang menderita akibat keterlambatan  pengesahan anggaran tahun 2014 adalah rakyat Sumatera Barat.
Salah satu jalan keluar yang dapat di tempuh apabila keterlambatan penetapan anggaran 2014 oleh DPRD adalah dengan menerbitkan pergub dengan memakai dana 1/12 dari anggaran tahun sebelumnya. Terbitnya pergub akan dapat mejadi jalan keluar untuk anggaran berjalan bulan Januari 2014 nemun ini sangat riskan untuk dapat menyentuh kepentingan langsung masyarakat, karena darurat orang miskin, anak terlantar, murid penerima beasiswa dan Organisasi serta lembaga penerima hibah dan bansos tidak akan menjadi darurat administrasi daerah. Terlambatnya Penetapan Anggaran 2014 oleh DPRD Sumatera Barat, Pemerintah Daerah Propinsi Sumatera Barat per Januari 2014 hanya akan memikirkan nasib perkantoran dan lembaga pemerintahan.
Jadi genaplah Nasib Rakyat Sumbar dari tahun 2012 s.d 2014 tidak dapat perhatian yang sepantasnya oleh Pemerintah. Maka sepatutnya penghargaan yang tumpang tindih didapatkan oleh pemimpin daerah ini dapat digadaikan atau dijual untuk dapat menanggulangi persoalan sosial yang terjadi di masyarakat.

Senin, 11 November 2013

Sabtu, 19 Oktober 2013

Ranperda Perlindungan Perempuan dan Anak Propinsi Sumatera Barat


Bisa Download di Sini Kami sharing kepada anda semoga dapat anda berimasukan untuk lebih menyempurnakan ranperda ini.

NASKAH AKADEMIK RANPERDA SUMATERA BARAT TENTANG PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK

NASKAH AKADEMIK RANPERDA  SUMATERA BARAT
TENTANG
PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK
 Oleh :
TIM PENYUSUN
Naskah Akademik dan Ranperda
Perlindungan Perempuan dan Anak

BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN KELUARGA BERENCANA
PROVINSI SUMATERA BARAT

PADANG 2013

Senin, 14 Oktober 2013

Kota Padang Dulu dan Sekarang antara harapan dan kenyataan

Pagi itu terlihat seorang lari2 pagi dan sesekali dia berhenti menyapa dan mengarahkan petugas berseragam kuning yang asik melaksanakan tugasnya semenjak selesai shalat subuh tadi, Pria berpakaian olah raga rapi itu selalu saja bisa ditemui setiap pagi di sepanjang jalan utama kota ini, sosok ini tidak asing lagi bagi petugas kebersihan kota, "sesekali bahkan beliau mentraktir kami makan lontong yang ada di sebelah PDAM" kata salah seorang petugas kebersihan tsb. itulah kenangan tentang bang Syahrul Ujud, SH ketika beliau Walikota Padang, Kedekatan itu menghantarkan perolehan adipura kencana untuk kota padang. Jika Datang pertama di kota ini, anda tidak perlu cemas karena tersesat, sebab kemanapun trayek angkutan umum akan kembali ke trminalnya di komplek goan hoat. dan seandainya mau keluar kota anda perlu mencari terminal Lintas Andalas saja.

Itu adalah kisah kenangan, kisah yang sangat bertolak belakang dengan hari ini. kita tidak lagi memiliki monumen adipura karena monumen nya pun sudah diporak poranda gempa 30 september 2009 lalu. yang kita punya sekarang adalah monumen sampah, untuk ini tidak prerlu susah-susah menemuinya sebab ada dimana-mana. Terminal Angkutan kota dan antar kota sekarang sangat dekat dengan anda sebab ada di seluruh ruas jalan kota.

Sekarang adalah saatnya warga kota ini kembali di hadapkan  pada pilihan, apakah akan dapat pemimpin yang dapat memperbaiki kondisi kembali ke kejayaan masa lalu, atau akan memilih pimpinan dengan slogan "lanjutkan" dengan ke semrautan sekarang, atau bahkan akan mendapatkan orang yang lebih tepat, yang dapat melakukan percepatan2 di berbagai aspek, sehingga masyarakat kota merasakan bahwa mereka berada dalam pengelolaan daerah menuju kesejahteraan bersama?

Seandainya kondisi ini tidak mampu di robah kearah yang lebih baik oleh orang yang anda pilih tahun ini, maka jangan anda sesali siapapun untuk lima tahun kedepan.

Saya tidak akan mengarahkan anda untuk memilih siapa, tapi pastikan yang akan berkomitmen dengan kemajuan kota anda, bukan yang hanya komitmen 200 rb dengn pribadi anda.

Rabu, 09 Oktober 2013

Pertanyaan Seorang Sopir Taxi

Seorang Sopir taxi nyeletuk saat sebuah mobil mewah nyalip taxi yang di kendarainya, sekilas terlihat seorang pemuda berpakaian dinas PNS berada dibalik kendaraan dengan nomor polisi dengan pelat hitam itu, "bapak tahu harga mobil itu?" saya jawab "tidak pak, karena mobil saya adalah mobil kelas paling bawah dari sebuah merek sebab duitku hanya cukup untuk itu". Lalu si sopir bertanya pada saya "apakah mungkin seorang Pegawai Punya uang sah sebanyak itu?" saya jawab "Tidak tahu", karena sebenarnya saya tidak tahu.

Kemudian saya cari sana-sini di internet data2 tentang pendapatan pegawai negeri dan pajabat negara, bahwa penerimaaan tertinggi yang sah itu ternyata bukan presiden tetapi adalah Gubernur BI, sebab presiden menerima gaji Rp  Rp 150 juta perbulan Namun gaji Gubernur BI Rp 265 juta per bulan.dan kemudian para menteri, pejabat daerah paling rendah menerima bersih +/- 5 juta perbulan.Saya pikir2 lagi bahwa sangat mungkin seorang pejabat mempunyai kekayaan sah milyaran Rupiah sebagai hasil keringat sahnya setelah kerja bertahun-tahun.
Namun sangat mengejutkan kalau seorang pegawai negeri yang tidak pejabat negara seperti Gayus tambunan dkk. bisa punya uang bahkan sampai triliunan, dan jika yang di belakang setir itu adalah para pejabat sangat tidak mungkin tidak dikenal masyarakat, sbb mereka setiap saat selalu muncul di media, apakah di TV yang setiap saat meliput kegiatan mereka dan tayang sampai ke kamar2 kos sekalipun, atau dari sobekan koran dan majalah yang mereka terima dari warung sebagai pembungkus, atau mereka beli untuk sekedar alas tidur untuk istirahat siang di pool taxi.

Tapi seandainya yang berada di belakang sertir itu hanya seorang sopir yang ditugaskan? Bukankah Seorang sopir dinas hanya akan membawa kendaraan dengan nomor polisi dengan pelat merah? bukankah termasuk penyalagunaan kewenangan oleh pejabat negara Jika seorang pejabat  menugaskan pegawai negeri untuk mengurus kekayaan pribadinya?.

karena pusing aku kembali turun kamar hotel dan bicara lagi sama sopir txi tadi (yang kebetulan ngetem di depan hotelku), aku bilang kedia, "Pak mungkin Pegawai negeri muda yang kita lihat di mobil mewah tadi adalah pegawai rendahan yang kebetulan Bapaknya Pengusaha sukses" dia tersenyum simpul dan aku kembali kekamar dengan kegundahan hati.

Bagai mana pendapat anda?

Kamis, 27 Juni 2013

Tiga Hari di Semarang




Kali Pertama kunjunganku ke luar daerah, dalam rangka study banding Badan Musyawarah ke DPRD Provinsi Jawa Tengah. Dua Hari yang lalu; 25/6/2013 aku menginjakkan kaki di Koa Semarang ini, kesan pertamaku adalah “Bandaranya Kecil”, Namun kemudian kuketahui penerbangannya padat.
Setelah istirahat sebentar aku sempatkan keliling dengan Taxi, ternyata kotan Semarang ini lebih Luas dari Kota Padang,  Namun Pebangunan di kota ini harus di akui sudah terpola dengan baik, dilihat di penerapan Tataruang, Pengelolaan Infestasi, pelestarian Situs Bersejarah, Kebersihan. Walau ada beberapa yang kita masih bersyukur Padang Masih lebih baik.
Disini aku tidak akan meceritakan kegiatan pokok (Karena semua seniorku kan orang hebat,..hehehe), Namun ada beberapa hal hang menarik untuk kita bahas di sini agar kunjungan ini menjadi bernilai lebih.

Mesjid Agung Jawa Tengah
Masjid ini mulai dibangun sejak tahun 2001 hingga selesai secara keseluruhan pada tahun 2006. Masjid ini berdiri di atas lahan 10 hektar. Masjid Agung diresmikan oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 14 November 2006. Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) merupakan masjid provinsi bagi provinsi Jawa Tengah.


Fasilitas yang ada di Masjid agung ini adalah: Di dalam area MAJT terdapat Menara Asma Al-Husna Setinggi 99 Meter terdiri dari : lantai 1 untuk Studio Radio DAIS MAJT, lantai 2 untuk museum Perkembangan Islam Jawa Tengah, Lantai 18 rumah makan berputar, lantai 19 Gardu pandang kota Semarang dan lantai 19 Tempat rukyat al-hilal.

Area serambi Masjid Agung Jawa Tengah dilengkapi 6 payung raksasa otomatis seperti yang ada di Masjid Nabawi, Tinggi masing masing payung elektrik adalah 20 meter dengan diameter 14 meter. Payung elektrik dibuka setiap shalat Jumat, Idul Fitri dan Idul Adha dengan catatan kondisi angin tidak melebihi 200 knot, namun jika pengunjung ada yang ingin melihat proses mengembangnya payung tersebut bisa menghubungi pengurus masjid.

MAJT memiliki koleksi Al Quran raksasa berukuran 145 x 95 cm². Ditulis tangan oleh Drs. Khyatudin, dari Pondok Pesantren Al-Asyariyyah, Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo. Lokasi berada di dalam ruang utama tempat shalat. Beduk raksasa berukuran panjang 310 cm, diameter 220 cm. Merupakan replika beduk Pendowo Purworejo. Dibuat oleh para santri pondok pesantren Alfalah, Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, asuhan KH Ahmad Sobri, menggunakan kulit lembu Australia.

Tongkat khatib MAJT merupakan tongkat pemberian Sultan Hasanal Bolkiah dari Brunei Darusalam.



Kita bisa bayangkan betapa megah, modern dan indahnya bangunan ini berdiri, cukup untuk melimpahnya prestasi dan prestise untuk mengukuhkan tingginya sebuah kebudayaan dan keberagamaan.



Hari ini setelah 12 tahun berlalu semenjak masjid ini didirikan aku datang untuk sujud di atas sajadah empuknya pada waktu shalat Isya, setelah siap shalat sunnah aku sebarkan pandangan sekeliling “masih relatif terwat” gumam hati ini, sajadah,mihrab dan dan interior lainnya.

Kemudian aku beranjak dan mengitari masjid, jauh diluar pagar utama kulihat Bedug besar dibawah atap nya kokoh berdiri, namun kulihat di belakang mesjid cahayanya kurang memadai (krn bbrpa lampu tidak hidup), Masya Allah ternyata ada beberapa pasang muda mudi lagi asik bercengkrama di kegelapan itu, bahkan “sangat berani berpelukan”, (di bagian ini tidak ada kesan bahwa bangunan ini adalah “Masjid Agung”.

Karena malam, aku tidak dapat melihat secara leluasa, maka setelah me motret beberapa bagian aku kembali ke penginapan, dan aku berjanji setelah tugasku selesai seandainya ada waktu aku akan kembali siang hari.



Tadi Siang 27/6/2013 setelah kegiatanku selesai aku kembali datang ke Mesjid Megah itu. Aku tidak masuk Ruang Shalat Utama karena sudah dzuhur di penginapan.
Pertama yang kusaksikan adalah beberapa kolam air mancur yang terletak di gerbang, jenjang dan di dalam lingkungan 25 pilar masjid yang memiliki ratusan ujung pipa air mancur, dengan kondisi kurang terawat, tak satupun air mancurnya hidup, bahkan kolamnya pun sudah kering, ketika maniki tangga halaman sampai masuk ke arah pilar yang 25 buah kita dengarkan hentakan kaki kita dengan irama berbeda yang mencolok pertanda keramiknya sudah dalam kondisi tidak baik.  Terlihat Payung megah yang dalam kondisi tertutup namun beberapa terlihat terpalnya dalam kondisi tidak terawat.
Kemudian aku berpindah kemenara "tertinggi di semarang" yang berada di sebelah kiri pelataran masjid, setidaknya aku akan dapat menikmati kota semarang dari atasnya (dengan sepuasnya jepret-jepret), namun ketika dekat aku dapati sebuah spanduk terletak di depan gerbangnya “Maaf Menara di Tutup karena Lift sedang dalam perbaikan”. Maka seketika semua keinginanku jadi sirna, dan aku minta sopir mengantar ku ke “Demak Kota Para Wali”

Namun yang menggelitik aku untuk membahas ini adalah, mengingat Provinsi Sumatera Barat, juga sedang membangun “Masjid Raya Sumatera Barat” dengan semangat dan spirit membangun hampir sama dengan waktu Masyarakat Jawa Tengah  Membangun Masjid ini.

Hari ini Minimal 90% Bangunan Utama Masjid Raya Sumatera Barat sudah selesai. Sangat Megah, Moderen dan prestesius, jika selesai, terbayang akan sangat membanggakan dan meningkatkan status kebudayaan ranah bundo.
Namun mencermati yang terjadi di sini, kita harus memetik pelajaran bahwa ternyata, Keberhasilan Membangun Sebuah karya Spektakuler di bidang konstruksi dan fasilitas umum, maka dibutuhkan juga biaya yang tak sedikit dalam merawatnya.
Terlebih lagi bahwa Bangunan ini selain sarana ibadah juga sebagai cerminan budaya dan moral masyarakatnya.  Maka dukungan moral masyarakat Sumatera Barat akan sangat menentukan kondisi bangunan ini beberapa tahun, beberapa puluh tahun atau bahkan ratusan tahun kedepan.

Ini tidak hanya akan menjadi beban dan tugas Pemerintah, namun adalah tugas kita semua, semoga Kehadirn Masjid Raya Sumatera Barat akan lebih membuat kita Beriman, Berakhlak, dan Bertaqwa. Dengan menjaga Masjid ini secara Morat, spritual dan material, Aamiin Ya Rabbal Alamiin

Sabtu, 01 Juni 2013

Zaldi Gantikan Jonimar Boer


Padang Ekspres • Kamis, 30/05/2013 13:49 WIB • Redaksi • 271 klik
Padang, Padek—Zaldi He­ri­wan akhirnya menempati kursi almarhum Djonimar Boer di DPRD Sumbar yang kosong selama empat bulan. Sekretaris DPW Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut, ke­marin (29/5), resmi dilantik Ketua DPRD Sumbar Yul­tekhnil.

Yultekhnil mengaku pro­ses keluarnya SK Zaldi Heri­wan tergolong cepat. Zaldi awalnya akan ditempati di Komisi III yang ditinggalkan almarhum Djonimar Boer. Namun dengan mem­pertim­bangan usulan dari DPW PBB serta mengacu pada tata tertib DPRD, akhirnya pria ke­lahiran Bukittinggi terse­but ditempatkan di Komisi IV.

Jika Zaldi telah dite­tap­kan, recall empat anggota dewan lainnya yang pindah partai belum keluar. Keem­patnya; Bachtul dari PBR ke Nasdem, Supardi dari PPP ke Gerindra, Israr Jalinus dari PAN ke Gerindra dan Mus­maizer dari Golkar ke Ha­nura. Khusus Ilson Chong, hingga kini belum menye­rahkan surat pengunduran diri ke DPRD Sumbar.

“Kita hanya mengingatkan rekan-rekan agar tidak ter­ganjal pada saat penetapan daftar caleg semen­tara (DCS) oleh KPU nanti, karena itu segeralah membuat surat pe­ngunduran diri bagi yang be­lum,” ungkap politisi Demok­rat tersebut.

Pelantikan Sekwan Belum Jelas

Di sisi lain, hingga kemarin Pemprov Sumbar belum juga memastikan kapan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sum­bar defenitif akan dilantik. Pada­hal, Pemprov telah me­ner­bitkan SK Syafruddin un­tuk mengisi jabatan fung­sional di parlemen Sumbar tersebut.

“Beberapa hari setelah saya men­dapatkan surat reko­men­da­si dari DPRD Sumbar yang me­milih Syafruddin untuk meng­isi jabatan Sekwan yang baru, SK-nya langsung saya keluarkan. Soal pelantikannya saya belum tahu, tapi itu akan diatur Sekda nantinya,” ujar Gubernur Irwan Prayitno usai pelantikan Zaldi.

Sementara Yulteknil, pe­lantikan adalah kewenangan Pemprov. (zul)

berita di ambil di http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=44215
Zaldi Heriwan Dilantik Menjadi Anggota DPRD Sumbar
Kategori: Daerah - Dibaca: 112 kali

Zaldi diambil sumpahnya oleh Ketua DPRD Sumbar Yultekhnil

Padang, KlikSumbar
Paripurna istimewa DPRD Sumbar tentang pelantikan Zaldi Heriwan dipimpin oleh Ketua DPRD Sumbar Yultekhnil. Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Rabu (29/5) di ruang sidang utama DPRD Sumbar.
Zaldi Heriwan adalah Anggota DPRD pengganti antar waktu (PAW) dari anggota DPRD dari Partai Bulan Bintang Djonimar Boer (Alm). Zaldi diambil sumpah sebagai anggota DPRD Sumbar oleh Ketua DPRD Yultekhnil setelah nyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Sementara Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada Zaldi semoga keberadaannya semakin bermanfaat bagi keberlangsungan kemitraan pemerintah daerah dan DPRD Sumbar.
"Hari ini kembali lengkap anggota DPRD dari Partai Bulan Bintang, semoga keberadaan saudara Zaldi bisa memberi makna bagi hubungan kemitraan antara DPRD dengan pemerintah daerah di Sumbar," ujar Gubernur Irwan.
Zaldi Heriwan saat ini merupakan Sekretaris DPW Partai Bulan Bintang Sumbar. Usai dilantik dia mengatakan kesiapan menjalankan tugas selaku anggota DPRD. "Saya siap lahir dan bathin menjalankan dan meneruskan tugas almarhum Bang Djon, untuk corong dan pejuang aspirasi rakyat," ujarnya.

berita di ambil di http://kliksumbar.com/berita-4708-zaldi-heriwan-dilantik-menjadi-anggota-dprd-sumbar.html

Sabtu, 27 April 2013

KAPAI DENAI BATANYO



Assalamu’alakum wr wb…
Sanak…
Salamo nangko kito basamo
Dari batagua-sapo, bagurau, jo baretong kito jalani,
Kok kamudiak lah sarantak galah, kok ka hilia lah sarangkuah dayuang
Kok nan samak lah mulai tarang, jiko kabua lah mulai jaleh
Itu dek karano kito lah sahondoh tundo di singka.

Tapi dek ambo kiniko sanak,
ado nan takilan-kilan dimato, ta kanang-kanang di hati
ibaraik bajalan bateh alun batando, kok balaia pulau alun mambayang
mungkin dek karano tinggi nan dicito, jauah nan dinanti.
Dek undang-undang sanak juo “itu katando kito iduik”
namun upayo indak buliah sudah, nan kakok indak buliah  baranti.

Mako kini ambo rantangkan kabakeh sanak ambo sadonyo
Indak tarago di rantang panjang, kito punta bianyo singkek.
Nan ambo :
Namo                        : Zaldi Heriwan
Gala                          : Kari mangkuto
Kakok                       : langkok-langkok bukan kumango, “wiraswasta” urang namokan
Urang tuo                : Ayah bagala S. Dt. Singo Gayua, Ibu banamo Djus’ar
Isteri                         : “Dr. Rozalinda, M.Ag” urang imbaukan.
Lahia sampai SD     :  di Kamang “Aua Parumahan” (Kamang Hilia), samanjak 29 Desember 1970
Sikola                       : di Sumatera Thawalib, “surau inyiak parabek” rang imbaukan 1984 s.d 1990
Kuliah                       : di IAIN Imam Bonjol Padang 1990 s.d 1996
Kini ambo babuek disampiang mancari nan kadapek pagi untuak sampai patang, ju ikuik sato di partai politik kecek urang kini.

Sabagai urang partai “Sekretaris Wilayah Partai Bulan Bintang Sumatera Barat” kawan-kawan manugehkan. Labiah-kurang 10 tahun ko ambo lah barada disiko. Babuek samampu diri, mangakok sa talok dek tangan, basamo jo kawan-kawan nan lain

Kini dek bakarano malang dek senior ambo Alm. Ir. H. Djonimar Boer baliau berpulang ka Rahmatullah pado tanggal 10 Januari 2013 mako ambo kini sadang manunggu titah dari pak Mantari Dalam Nagari “@Gamawan Fauzi” (Jikok rueh kok lai tibo di buku) untuak manjadi Anggota DPRD Propinsi Sumatera Barat nan tingga labiah kurang satahun lai.

Di sampiang nantun sanak,
Karano lah tibo pulo takok di jangkonyo, alek sakali limotahun (pemilu rang namokan), sabagai urang partai mako ambo mandaftar pulo sabagai salah surang calon DPRD Provinsi Sumatera Barat untuak bisuakko.

Lah di daftarkan di partai :
Nomor Partai             : 14
Namo Partai               : Partai Bulan Bintang
Daerah Pemilihan     :  Sumatera Barat 3 (Kab. Agam jo Kota Bukittinggi)
Nomor Urut Calon    : 1
Namo Calon               : Zaldi Heriwan

Namun tingga kini lai sanak…
Indak ka sampai cito-cito, indak kasampai bajalan ka bateh, indak kasampai balaia kapulau.
Jikok sanak lapehkan denai sorang, tataruang indak sanak tanai, tadoroang indak di ambek, ta rambau indak di tahan.
labiah dari itu sanak, denai pinto.
Tolong Pajaleh kabakeh denai sanak:
Garih paluruih tanam, Haluaan panantu arah, Bunyi panando pikek.
usah sanak biakan denai, takalai dek kakanyangan, Takalok dek kalamaan, talena dek kasanangan….

Untuak mampamudah sanak maingek-ngekan denai kito pakai media